DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN KABUPATEN SUMBAWA

DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN KABUPATEN SUMBAWA

Kabupaten Sumbawa

Sumbawa Digital Ranch, Inovasi Peternakan Berbasis AI dan IoT Menuju Smart Livestock Nasional

Sumbawa Digital Ranch, Inovasi Peternakan Berbasis AI dan IoT Menuju Smart Livestock Nasional

Sumbawa, Mei 2026 — Kabupaten Sumbawa kembali menunjukkan potensinya sebagai salah satu daerah unggulan peternakan nasional melalui pengembangan inovasi bertajuk Sumbawa Digital Ranch, sebuah konsep peternakan modern berbasis teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) yang dirancang sesuai dengan karakteristik pola peternakan sapi khas Sumbawa.

Melalui Program Hibah Riset Konsorsium Unggulan Berdampak (RIKUB) yang didukung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Program ini merupakan skema riset kolaboratif yang melibatkan perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan dunia usaha dalam mendorong pengembangan teknologi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sumbawa, Saifuddin, S.P., menyampaikan bahwa program tersebut merupakan kolaborasi pemerintah daerah melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sumbawa dengan Universitas Amikom Yogyakarta, Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), dan ITB STIKOM Bali serta mitra dunia usaha CV. Mataram Karya. 

Kolaborasi lintas institusi tersebut difokuskan pada pengembangan teknologi peternakan modern yang tetap mempertahankan karakter peternakan tradisional Sumbawa yang selama ini dikenal dengan sistem ekstensif dan pola pemeliharaan sapi umbaran.

Sebagai bagian dari pengembangan konsep tersebut, tim konsorsium bersama pemerintah daerah menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Sumbawa Digital Ranch: Sistem Peternakan Sapi Umbaran Berbasis AI-IoT dengan Integrasi Marketplace Investasi Ternak Digital dan Smart Livestock Tourism” yang berlangsung di Aula Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sumbawa.

FGD tersebut menghadirkan Ketua Konsorsium dari Universitas Amikom Yogyakarta, Prof. Kusrini, bersama tim peneliti dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi yang tergabung dalam konsorsium. Kegiatan "Sumbawa Digital Ranch" juga melibatkan peternak, tenaga kesehatan hewan, dan perangkat daerah terkait guna memetakan kebutuhan lapangan sekaligus menyusun formulasi teknologi yang sesuai dengan kondisi peternakan di Kabupaten Sumbawa.

Menurut Prof. Kusrini, pengembangan teknologi peternakan berbasis AI dan IoT tersebut tidak hanya berorientasi pada penelitian akademik, tetapi juga diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi peternak dan masyarakat.

Melalui konsep Sumbawa Digital Ranch, berbagai sistem teknologi akan dikembangkan secara terintegrasi, di antaranya Animal Intelligence System yang memungkinkan pemantauan ternak secara real time melalui perangkat AI-IoT. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk memantau suhu tubuh, pergerakan, hingga posisi GPS ternak. Sistem juga dirancang mampu mengatur batas area jelajah ternak secara virtual guna mendukung pengawasan peternakan sapi umbaran.

Selain itu, tim peneliti juga mengembangkan sistem deteksi berat badan sapi berbasis kamera ponsel dan AI yang memungkinkan estimasi bobot ternak dilakukan secara otomatis tanpa proses penimbangan manual. Setiap ternak nantinya akan memiliki identitas digital yang dapat memuat informasi pertumbuhan, kesehatan, hingga estimasi waktu panen atau pemotongan.

Tidak hanya berfokus pada pengembangan teknologi peternakan, konsep Sumbawa Digital Ranch juga akan diintegrasikan dengan marketplace investasi ternak digital dan pengembangan Smart Livestock Tourism atau wisata peternakan berbasis teknologi. Integrasi tersebut diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru sekaligus meningkatkan daya saing subsektor peternakan di Kabupaten Sumbawa.

Sebelum pelaksanaan FGD, tim peneliti telah melakukan observasi di sejumlah kawasan peternakan di Kabupaten Sumbawa untuk mempelajari karakteristik peternakan lokal sebagai dasar pengembangan teknologi yang adaptif terhadap kondisi lapangan.

Melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat, Kabupaten Sumbawa dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi percontohan pengembangan smart ranch atau peternakan digital berbasis teknologi di Indonesia, tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal yang selama ini menjadi ciri khas peternakan Sumbawa. 

*Dikutip dari berbagai sumber