DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN KABUPATEN SUMBAWA

DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN KABUPATEN SUMBAWA

Kabupaten Sumbawa

DINAS PETERNAKAN DAN KESWAN KEDATANGAN TIM ANALISA RESIKO DARI LOMBOK TIMUR

DINAS PETERNAKAN DAN KESWAN KEDATANGAN TIM ANALISA RESIKO  DARI LOMBOK TIMUR

 Sumbawa, 31 Maret 2026

Dinas Peternakan dan Kesehatan Kabupaten pada hari Selasa, 31 Maret 2026 kedatangan tim Analisa resiko (Anrisk) dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lombok Timur. Tim berjumlah 9 orang yang dipimpin langsung oleh drh. Tatang. Tim Anrisk ini bertujuan untuk mengkaji kemungkinan pengiriman ternak dari Kabupaten Sumbawa ke Kabupaten Lombok Timur. 

Pengiriman dari Pulau Sumbawa ke Pulau Lombok selama ini terkendala dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 17 Tahun 2023. Pengiriman ke Pulau Lombok hanya dapat dilakukan pengiriman ke Kota Mataram, karena kota Mataram telah melakukan Anrisk terlebih dahulu. Perlu diketahui status penyakit di Kabupaten Sumbawa saat ini tertular dan Kabupaten Lombok Timur terduga, sehingga tidak dapat dilakukan pengiriman ternak. 

Dalam kunjungan ini, drh Rini Handayani, M.Si selaku Pejabat Otoritas veteriner (POV) Kabupaten Sumbawa menyampaikan bahwa Kabupaten mendapat perhatian khusus dari Bupati dan support anggaran Dana Alokasi Khusus DAK dari Pusat bidang Peternakan.  Lebih lanjut disampaikan bahwa Kabupaten Sumbawa mempunyai status penyakit Antrak, Septicaemia Epizootica (SE), dan Surra tertular. Tetapi, Kasus sejak tahun 2023, dapat terlokalisir dengan baik.  

Kegiatan tim anrisk awal diawali dengan penerimaan oleh kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sumbawa dilanjutkan dengan diskusi dan pengisian kuisioner, peninjauan Laboratorium. Peninjauan lapangan ke  UPT Produksi dan Kesehatan Hewan Kecamatan Labuhan Badas, Holding Ground Bangkong, Rumah Potong Hewan Bangkong, kandang penampung ternak UD. Cahaya Mulya dan UD. Bukit Indah, Satuan Pelayanan (Satpel) Karantina Hewan, Tumbuhan, dan Hewan Pelabuhan Laut Badas dan check point portal Alas Barat. 

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumbawa menyampaikan tujuan akhir dari Anrisk ini Adalah membuka pengiriman ternak ke Lombok Timur. Senada disampaikan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lombok Timur bahwa kebutuhan sapi Lombok Timur  dan penyediaan daging sapi menyukseskan pemenuhan Program Makan Bergizi Gratis. Oleh karena itu, Lombok Timur berharap dapat mendatangkan daging sapi dari Rumah Potong Hewan (RPH) yang telah ber Nomor Kontrol Veteriner (NKV) dan bersertifikat Halal. (Sjw/keswan)